Tentang Kami

Studi pelacakan alumni (Tracer Study) menjadi kian diakui peran pentingnya baik secara teoretis maupun untuk aplikasi praktis. Tracer Study dapat memberikan masukan berharga bagi relevansi perguruan tinggi di tengah masyarakat baik dari segi pengelolaan akademik maupun kontribusi pendidikan tinggi bagi pembangunan bangsa secara keseluruhan. Diskursus mengenai hubungan antara perguruan tinggi dan dunia kerja juga membutuhkan dukungan data dan informasi dari Tracer Study.

Universitas Indonesia (UI) adalah universitas pertama di Indonesia yang memulai Tracer Study di tingkat perguruan tinggi secara serius melalui UI Tracer Study 2008. Terlepas dari beberapa kekurangan pada studi rintisan tersebut, Tracer Study UI 2008 telah terbukti bermanfaat dan hasilnya digunakan tidak hanya oleh CDC-UI tetapi juga oleh unit, kantor, dan direktorat lainnya di UI seperti Kantor Pengembangan, Kantor Internasional, dan kehumasan. Sebagai hasil dari presentasi baik di tingkat nasional maupun internasional, diperoleh masukan bahwa pelaksanaan Tracer Study di UI perlu dilanjutkan dan dipelihara regularitasnya sebagai bagian dari sistem pemantauan pendidikan tinggi di UI. Tracer Study yang reguler diperlukan untuk memantau perkembangan dan tren dalam hal link-match pendidikan tinggi dan dunia kerja, evaluasi upaya peningkatan kinerja pendidikan dari segi proses, output, dan outcome serta memberikan masukan teratur dan komprehensif terhadap dunia pendidikan tinggi dan dunia kerja di Indonesia. Sebagai leader di Indonesia dalam hal Tracer Study, UI juga perlu memberikan teladan terhadap upaya Tracer Study perguruan tinggi secara reguler bagi universitas dan institusi pendidikan tinggi lainnya di Indonesia. Dengan demikian, diusulkan untuk menyelenggarakan Tracer Study 2010 dengan beberapa perbaikan terutama menyangkut aspek konten (mencakup penambahan dimensi pendidikan lanjutan dan internasionalisasi, indikator kompetensi dan pemotretan transisi ke dunia kerja secara lebih rinci) dan metodologi (pemanfaatan teknologi informasi dan teknologi komunikasi virtual)